Kitab Suci

Just another iMe (iLearning Media) site

By

Efek Domino dalam bidang teknologi

Efek Domino adalah suatu istilah yang pertama kali diungkapkan oleh John Foster Dulles, mantan Menlu AS tahun 1953 – 1959, yang menggambarkan pada saat itu dunia akan satu persatu jatuh ke tangan komunis begitu mudah seperti permainan domino. Hal ini dibuktikan dari terbentuknya komunisme pertama kali tahun 1917 setelah Revolusi Bolshevik di Rusia, setelah itu tahun 1945 terbentuk Jerman Timur, lalu Perang saudara di Cina yang dimenangkan oleh oleh komunis tahun 1948, selanjutnya Perang Korea tahun 1950, dan Perang Vietnam tahun 1970-an.
Istilah yang sama digunakan untuk menggambarkan fenomena-fenomena serupa, termasuk gelombang demokratisasi dari tahun 1970-an sampai 1990-an di banyak negara.

Perkembangan teknologi komunikasi dapat diibaratkan dengan efek domino yang berjatuhan menimpa satu sama lainnya. Dampaknya bisa bervariasi. Dampaknya ke ranah komunitas, budaya, sosial maupun politik. Penggunaan teknologi komunikasi dirasa bermanfaat dan menguntungkan bagi keempat hal pilar tersebut.

Di masa lalu dampak teknologi komunikasi kurang dirasakan oleh sejumlah masyarakat, akan tetapi setelah masuk ke era milenium 2000, teknologi komunikasi dirasakan sangat berpengaruh ke sistem kemasyarakatan. Di masa depan nanti, diyakini perkembangan teknologi akan dirasakan oleh seluruh orang di seluruh dunia.

Dampak teknologi komunikasi sendiri dapat diketahui bisa menjadi positif dan negatif. Kedua hal ini dapat ditentukan tergantung siapa dan apa tujuan dari penggunanya.

Mulai dari dampak yang pertama, dampak ke komunitas, yakni terbentuknya suatu pemahaman global village yang berdampak pada rasa kebersamaan antar masyarakat. Misalnya ada gempa di Aceh, dengan informasi yang mudah diakses lewat teknologi media terbaru masyarakat di Surabaya bisa merasakan rasa sedih dan kasihan akan korban di Aceh yang akan memicu penggalangan dana yang diadakan oleh komunitas semacam lembaga sosial masyarakat untuk membantu masyarakat di Aceh lewat peduli sesama yang disenggelarakan di Surabaya. Ini termasuk dampak yang positif tentunya.

Dampak yang kedua yakni dampak media komunikasi dan budaya. Dengan menggunakan media komunikasi budaya yang tepat maka budaya itu akan tetap lestari. Misalnya di Indonesia, mulai ada media komunikasi internet yang memperkenalkan wayang jawa ke dunia dengan konten-konten tentang wayang yang bermanfaat bila mempelajarinya.

Dampak yang ketiga, media komunikasi dan Institusi Sosial. Khususnya institusi milik negara. Dengan menggunakan media yang tepat visi dan misi institusi itu bisa dipublikasikan ke masyarakat. Masyarakat tentu juga memberikan feedback dengan mudah bila media komunikasi ini bisa menjadi saluran yang lancar untuk berkomunikasi.

Dampak yang keempat, media komunikasi dan lembaga politik. Dulu media komunikasi politik hanya mengandalkan surat kabar atau radio. Tapi sekarang televisi dan internet gencar menyiarkan tentang lembaga politik yang ada. Bisa lewat iklan di televisi atau dengan diluncurkannya website resmi milik salah satu partai tertentu. Hal ini menunjukkan bahwa media komunikasi dengan teknologi terbaru sangat berperan dalam publikasi suatu lembaga politik.

Dampak Negatif

Meskipun memiliki banyak dampak positif, akan tetapi ternyata teknologi informasi dan komunikasi memiliki beberapa dampak negatif yang cukup mengganggu kehidupan sehari-hari. Kebanyakan dampak tersebut disebabkan karena penyalahgunaan dari teknologi informasi dan komunikasi, ataupun disebabkan karena kurangnya pemahaman user akan etika dan juga cara untuk menggunakan teknologi informasi dan juga komunkasi dengan baik dan juga benar.

Berikut ini adalah beberapa dampak negative dari teknologi informasi dan juga komunikasi:

1. Individu menjadi malas untuk bersosialisasi secara fisik
2. Meningkatnya penipuan dan juga kejahatan cyber
3. Cyber Bullying
4. Konten negative yang berkembang pesat
5. Fitnah dan juga pencemaran nama baik secara luas
6. Menjauhkan yang dekat
7. Mengabaikan tugas dan juga pekerjaan
8. Mebuang-buang waktu untuk hal yang tidak berguna (baca juga: bahaya kecanduan internet)
9. Menurunnya prestasi belajar dan juga kemampuan bekerja seseorang

Konsep komunikasi dalam dampak teknologi komunikasi ini terkandung di teori komunikasi massa. Tepatnya di teori dampak komunikasi, fokus teori dan riset komunikasi massa selama bertahun-tahun adalah mencoba menilai dampak komunikasi massa. Pernyataan ini dengan berbagai alasan diantaranya, publik prihatin dengan dampak pesan-pesan media pada audien, kemudian para pencipta pesan-pesan komunikasi masssa prihatin dengan dampak upaya mereka.
Kecenderungan umum dalam teori dampak, salah satunya ada di teori peluru (bullet theory. Teori naif dan sederhana ini memprediksikan dampak pesan-pesan komunikasi massa yang kuat dan kurang lebih universal pada semua anggota audiens yang kebetulan terekspos pada pesan-pesan tersebut.
Peran media komunikasi dalam proses komunikasi tentu merupakan salah satu hal yang paling fundamental. Mengapa? Karena bila tidak ada media komunikasi itu tidak akan tersampaikan. Media tidak selalu harus dengan alat. Bisa dengan media bunyi suara, media simbol juga turut bisa menyampaikan pesan. Bila berbicara media komunikasi dengan alat tentu saja media komunikasi itu akan sangat membantu dalam proses penyampaian pesan.

Inovasi teknologi komunikasi semakin mempermudah manusia dalam berkomunikasi. Misalnya ditemukannya telepon disusul telepon selular sangat membantu dalam berkomunikasi jarak jauh. Dampak dari telepon selular itu tidak hanya sampai disitu saja. Kembali ke dampak yang diatas, telepon selular itu berefek domino juga.

Telepon selular yang awalnya hanya untuk berkomunikasi dengan satu orang saja, sekarang bisa digunakan untuk berkomunikasi individu dengan komunitasnya atau antar komunitas. Di Indonesia dampak ini sudah bisa kita temui. Khususnya telepon selular yang mempunyai sistem multi-tasking yang didapat dari teknologi terbaru misalnya di Blackberry, iPhone. Kedua vendor ini mempermudah penggunanya untuk bisa berkomunikasi dengan komunitasnya. Lewat BlackBerry Messenger, pengguna bisa masuk ke grup khusus untuk saling berkomunikasi.

Tidak hanya berhenti disitu, dalam berkomunikasi kadang terjadi difusi budaya yang berbeda. Orang bisa berkomunikasi tentang budayanya lewat telepon selular tersebut. Hal itu memicu adanya dampak pertukaran budaya didalamnya. Kemudian media komunikasi itu masuk ke institusi sosial, misalnya terbentuk grup facebook atau twitter milik sekolah, rumah sakit atau kepolisian. Yang tujuannya untuk membantu masyarakat mengenal institusi sosial disekitarnya.

Bahkan sekarang kita sudah menemukan iklan-iklan persuasif lembaga politik yang masuk ke telepon selular kita. Bisa lewat sms yang tujuannya agar kita tahu dan perhatian akan lembaga politik tersebut. Dari contoh tersebut tinggal bagaimana kita menyikapi dampak-dampak itu. Bila kita menyikapinya dengan bijak niscaya media komunikasi berteknologi itu akan berdampak positif ke kita dan efek domino itu akan bisa kita kendalikan.

Leave a Reply